Dua hal yang bikin kamu gagal pergi liburan

Siapa yang tidak mau mengisi hidupnya dengan liburan tentu semua orang punya keinginan untuk mengisi waktu luangnya dengan liburan , namun beberapa hal ini yang sering kali membuat kita susah untuk merealisasikan liburan buat diri kita sendiri sehingga kita hanya menghabiskan waktu kita di rumah dan di tempat aktivitas sehari-hari .

yang pertama Biaya dan Waktu belum memadai  nah kalau alasan yang ini sampai kapanpun akan menjadi hambatan bagi kita namun tentu saja bukan menjadi hambatan bagi kita untuk dapat menikmati dunia kita caranya adalah mulailah dengan mengeksplore daerah kita sendiri dulu . coba-coba buka di google spot-spot wisata menarik di daerah kamu sendiri karena ternyata kamu akan kaget ternyata banyak sekali tempat di daerahmu sendiri yang belum kamu kunjungi , coba kunjungi beberapa tempat tersebut tentu saja hanya dengan bermodalkan ongkos bensin kamu akan dapat mencapai keinginan menikmati keindahan dunia kamu dan kamu dapat melakukannya di akhir pekan .

yang kedua , yang membuat kita lama untuk jalan adalah sering menungu teman yang selalu sibuk , nah sobat alangkah baiknya memang saat hendak melakukan traveling atau liburan adalah kita bersama teman-teman atau keluarga kita tentu saja akan lebih seru dan bermakna . Namun jika susah untuk berkumpul dan mendapatkan waktu bersama . Tentu saja sobat harus mulai mencoba berjalan sendiri dan menemukan pengalaman baru dalam dunia sobat . tidak usah kuatir karena sobat bisa memanfaatkan fitur seperti google maps untuk menemukan lokasi Cobalah memulai petualangan karena banyak hal seru telah menunggu , dan tertunda untuk sobat nikmati .

Nah gimana tidak ada lagi kan alasan untuk tidak bisa menikmati keindahan dunia kita sendiri ? jadi stop dengan hanya membayangkan saja atau hanya melihat foto-foto orang , mulailah dengan daerah sendiri dulu pada akhir pekan ini akan sangat mungkin terealisasi , masa orang lain dari daerah bahkan negara lain sudah menginjakan kakinya di tempat favorit di daerah kita terus kita sendiri belum merasakan keindahan dunia kita . Just Enjoy your world and have fun with your self

 

nantiduluid
Sangat suka menulis , menghindari stuck dalam hal apapun

Festival “Pasola” Perang Berkuda dari Sumba

Festival “Pasola” Perang Berkuda dari Sumba

Kalau kita biasanya hanya menyaksikan atraksi perang berkuda dari film-film yang berasal dari luar negeri , ternyata di negeri kita sendiri tepatnya di tanah Sumba terdapat perang berkuda yang sangat menarik untuk disaksikan yaitu Festival Pasola di Sumba , Nusa tenggara Timur . Bukan perang sungguhan tapi merupakan permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas punggung kuda yang sedang dipacu kencang antara dua kelompok yang berlawanan. Pasola merupakan bagian dari serangkaian upacara tradisional yang dilakukan oleh orang Sumba yang masih menganut agama asli yang disebut ( Marapu agama lokal masyarakat sumba )

Seorang peserta sedang menunggang kudanya bersiap untuk permainan perang Pasola . Foto @eka_anakonda19

“kita seperti berada di tengah medan pertempuran yang sangat sengit antara dua tim berkuda yang saling melempar tombak” akan menjadi pengalaman yang  keren banget karena kita menyaksikan atraksi ini dari jarak dekat  . Serius kakak-kakak sekalian wajib nonton Festival Pasola ini .

nantidulu.com
Festival Pasola , Sumba Photo By @eka_anakonda19
nantidulu.com
@eka_anakonda19

Karena penasaran dan mendengar cerita dari teman-teman yang sudah pernah menyaksikan keseruan Festival Pasola ini , saya beserta kedua kakak saya akhirnya memutuskan untuk pergi ke Lamboya , Sumba Timur karena saat itu di Lamboya akan menyelenggarakan acara ini .  Jalan kesana cukup sempit ditambah ribuan orang sedang menuju tempat itu , festival ini diadakan di lapangan yang luas dan sesampainya kami disana lapangan tersebut sudah dikelilingi ribuan orang  . Selain merasakan suasana seperti dalam perang kuda sungguhan permainan ini akan membuat para penonton tertawa karena kelucuannya , hal lucu tersebut terjadi saat para pemain yang terjatuh dari atas kuda kehilangan keseimbangan karena menghindar atau terkena tombak .. 😀 ,  dan yang lebih seru lagi adalah kita bisa bergabung bersama pemain naik kuda dan ikut berperang jika mau kita bisa menghubungi panitia sebelum acara dimulai . Keseruan permainan ini membuat saya tidak ingin cepat-cepat selesai acaranya

nantidulu.com
Festival Pasola , Lamboya Sumba . Photo By @eka_anakonda19
nantidulu.com
Peserta yang jatuh dari kuda , karena menghindar atau terkena tombak  Foto : @eka_anakonda19

Acara adat ini biasanya dilaksanakan di beberapa kampung antara lain Kodi, Lamboya, Wonokaka, dan Gaura. Pelaksanaan pasola di keempat kampung ini dilakukan secara bergiliran, yaitu antara bulan Februari hingga Maret setiap tahunnya (Jadwal Festival Pasola 2017) ,

nantidulu.com
Bertiga menikmati dan menjelajahi keindahan Sumba

sebagai tips jika ingin menyaksikan rangkaian acara ini , sediakan payung atau topi karena acara ini diadakan ditempat terbuka di bawah matahari langsung , dan jangan lupa makan karena keseruan acara ini membuat kita lupa makan .

Demikian , Sampai jumpa di Sumba

*Foto dan Cerita oleh : @eka_anakonda19

nantiduluid
Sangat suka menulis , menghindari stuck dalam hal apapun

Puncak Mantar Sumbawa Barat NTB

Puncak Mantar Sumbawa Barat NTB

Puncak Mantar Sumbawa Barat Nusa Tenggara Barat ( NTB )  , sebenarnya saya telah tiga kali ke sini dan kali ini saya ingin berbagi sedikit pengalaman mungkin saja ada sobat yang tertarik atau berencana ke Puncak Mantar Sumbawa Barat Nusa Tenggara Barat ( NTB )

nantidulu.com
Puncak Mantar Sumbawa , NTB foto : @euiszian

Perjalanan menuju Puncak Mantar Sumbawa Barat Nusa Tenggara Barat ( NTB ) sangat menantang dan menyenangkan bagi saya , untuk menuju tempat ini biasanya kami menyewa mobil Ranger namun saya juga melihat beberapa pengunjung menggunakan sepeda motor . Jalannya berliku-liku , banyak batu dan tentu saja namanya ke puncak pasti naik-naik ke puncak gunung tinggi-tinggi sekali , serta jurang dipinggir menjadi pemandangan khas kalau sedang ke puncak , cukup membuat jantung saya berdetak kencang plus teriak-teriak tapi tenang saja rasa lelah tersebut akan hilang seketika sampai di atas  ..

nantidulu.com
Puncak Mantar Sumbawa

Sering disebut negeri di atas awan berada di puncak  Mantar ini adem banget pas deh buat yang kebetulan hatinya lagi panas dan punya masalah dan beban hidup  dijamin hilang hehehe.. Saya rasa bagi teman-teman yang hobi traveling dan kebetulan berada di Sumbawa NTB , puncak Mantar bisa jadi pilihan menarik untuk anda kunjungi pokoknya recommended bgt deh.

nantidulu.com
Perjalanan yang melelahkan namun jika sampai disini rasanya tidak ingin pulang @euiszian

Yang bikin saya telah tiga kali ke Puncak Mantar adalah keseruan dalam perjalannya , pemandangan yang tiada duanya kita juga bisa menikmati gugusan pulau-pulau kecil yang dikenal dengan sebutan “Gili Balu” (delapan pulau kecil) , paralayang bertebaran dari atas juga bisa kita nikmati pedesaan , sawah , bukit-bukit , laut terlihat sangat indah dari puncak Mantar Sumbawa , serasa tidak ingin pulang jika berada  disini . @euiszian

nantiduluid
Sangat suka menulis , menghindari stuck dalam hal apapun

Prai Ijing Traditional Village Sumba Barat

Prai Ijing Traditional Village Sumba Barat

Indonesia memang tiada duanya dan memang dianugerahi soal keindahan alam dan keanekaragaman budaya serta segala hal lainnya , kali ini kita berkunjung ke Sumba  dan salah satu spot  yang keren jika sedang berada di Sumba yaitu Prai Ijing Traditional Village, Sesuai namanya Prai Ijing Traditional Village letaknya di Waikabubak , Sumba Barat Nusa Tenggara Timur

nantidulu.com
Prai Ijing Traditional Village , Sumba Barat ( foto oleh @yeniumbukoba_fs )

Prai Ijing Traditional Village ini , masih berada di seputaran kota sehingga dapat dikatakan untuk menuju ke sini tidak akan menemui kesulitan atau hambatan yang berarti kendaraan roda dua dan roda empat bisa nyampe ke sini . Berkendara sekitar 100 Km  dari tempat saya di Waingapu Sumba Timur saya hanya membutuhkan niat aja dan sedikit usaha untuk menuju Prai Ijing Traditional Village di Sumba Barat ini .

Sesampainya di Prai Ijing Traditional Village saya di Sambut oleh suasana tradisional dan terasa alami serta udara yang sangat sejuk . Beberapa anak-anak desa tradisional ini begitu akrab dengan saya 🙂 , penduduknya juga sangat ramah kepada saya , sepertinya mereka terbuka dan memang ramah pada orang baru yang datang atau sekedar berkunjung ke desa mereka .

nantidulu.com
Anak-anak Prai Ijing Traditional Village foto : @yeniumbukoba_fs

Prai Ijing Traditional Village ini dikelilingi pohon-pohon besar yang membuat udara di sini terasa sangat sejuk , suasana khas pedesaan yang sepi  , rumah-rumah adat khas dilengkapi dengan latar perbukitan yang membuat desa tradisional ini tambah manis membuat saya harus kembali lagi ke tempat ini suatu saat .

Bagi anda yang sedang berada di NTT Destinasi desa tradisional ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk dikunjungi . Aktivitas warga desa seperti menenun , menumbuk gabah , perkampungan tradisional dengan rumah-rumah khasnya akan menjadi suatu momen yang bagus untuk diabadikan dengan kamera . Beberapa tips jika ingin berkunjung ke sini bawa permen atau biskuit untuk dibagi ke anak-anak , dan jangan lupa membawa bekal karena di sini belum tersedia rumah makan .

nantidulu.com
Selfie dengan latar Prai Ijing Traditional Village

Prai Ijing Traditional Village suatu saat saya akan kembali ke sini .. masih banyak lagi keindahan Sumba yang gak akan habis untuk diexplore  ( @yeniumbukoba_fs )

 

 

 

nantiduluid
Sangat suka menulis , menghindari stuck dalam hal apapun

Torosiaje , Kampung Bajo Gorontalo

Traveling kali ini bercerita tentang perjalanan ke Torosiaje Gorontalo oleh Bro Herman Ismail ,Torosiaje , Kampung Bajo Gorontalo adalah sebuah desa yang berada di kabupaten paling barat di Propinsi Gorontalo dan telah menjadi salah satu destinasi wisata di Gorontalo yang menyimpan banyak keunikan. Torosiaje ini didiami suku Bajo yang dikenal sebagai Suku Laut. Tak lengkap rasanya jika menginjakan kaki di Gorontalo tapi tidak berkunjung ke Torosiaje

Torosiaje
selamat datang di Torosiaje

Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman trip singkat weekend di Torosiaje.  Walaupun saya asli Gorontalo tapi baru untuk pertama kalinya menginjakan kaki di Torosiaje. Perjalanan ke Torosiaje berjarak kurang lebih 250 km dari ibukota Propinsi Gorontalo. Torosiaje adalah bagian dari Kecamatan Popayato yang letaknya kurang lebih 40 menit ke arah barat kita akan berada di perbatasan Propinsi Sulawesi Tengah tepatnya di Kabupaten Parigi Moutong.

Perjalanan ke Torosiaje saya lakukan bersama seorang teman dengan memakai kendaraan umum, sungguh menakjubkan melakukan perjalanan dengan mencoba transportasi publik.

Torosiaje
Menjelang Senja di Torosiaje

Jam 10 pagi kami dijemput mobil travel jurusan Gorontalo-Marisa. Mobil travel di Gorontalo yang dimaksud adalah mobil mobil sejenis avanza yang mematok harga sesuai jarak tempuh. Harga per orang disesuaikan dengan posisi duduk di dalam mobil, kali ini kami memilih duduk di posisi tengah dengan membayar Rp.60.000/orang. Dan mobilpun meluncur menuju kota Marisa, ternyata kami semobil dengan dua bule asal Jerman yang akan singgah di Pantai Libuo Paguat. Dalam perjalanan kami berkenalan dan banyak menceritakan tentang tempat tempat wisata di Gorontalo kepada dua bule Jerman tersebut.

Torosiaje
Mobil travel yang membawa kami ke Marisa

Setelah perjalanan 3 jam akhirnya kami sampai di Terminal Kota Marisa di Kabupaten Pohuwato. Di terminal ini kami harus berganti kendaraan dengan memilih angkot rute Marisa – Popayato. Kami harus menunggu 30 menit agar angkotnya penuh. Angkot rute ini bisa mengantarkan langsung ke kawasan dermaga desa Torosiaje. Dengan melakukan nego ke sopir angkot akhirnya kami membayar Rp.35.000/orang untuk sampai ke desa tersebut. Dalam waktu 2 jam kami pun tiba di dermaga Desa Torosiaje.

Torosiaje
Terminal Bus kota Marisa

Menakjubkan, itu kata pertama yang terucap ketika saya menginjakkan kaki di dermaga Desa Torosiaje. Terdapat Gapura Selamat Datang dan Jembatan panjang yang menjulur ke laut yang akan menghubungkan dermaga dan Desa Torosiaje yang berada di atas laut. Di dermaga ini telah menunggu sejumlah bapak bapak yang menawarkan perahu untuk menuju pusat desa dan cukup membayar Rp.5.000/orang.

Torosiaje

Dengan melewati hutan bakau kurang dari 10 menit dan kamipun sampai di tempat tujuan. Kumpulan rumah rumah yang berada di atas laut dan tiang tiang kayu yang jadi penyangga rumah menjadi sambutan kami di Torosiaje. Kamera pun beraksi, selfie pun beraksi. Meski kami tiba di petang hari betapa gembiranya akhirnya bisa kesini. Sunset pun berhasil kami abadikan. Oh sungguh ciptaan Tuhan yang maha sempurna…

Torosiaje
Sunset Torosiaje

Tiba di Torosiaje kami langsung menuju ke rumah Ayahanda (di Gorontalo kepala desa disebut ‘ayahanda’). Kami bertemu dan obrol obrol dengan ayahanda. Ayahanda menyambut kami dengan sangat antusias, beliau menceritakan tentang sejarah desa tentang Torosiaje. Magrib pun tiba dan kami langsung menuju penginapan. Di kampung ini terdapat dua penginapan. Kami memilih salah satu penginapan yang terletak di dekat rumah ayahanda. Tarif per hari penginapannya yaitu Rp.150.000. murah terjangkau

Malam tiba dan kamipun makan malam. Dengan memesan makanan di rumah ayahanda kami disuguhkan makanan khas Bajo. Billa Boe itulah nama jenis makanan khas Bajo di Torosiaje. Dipasangkan dengan Kapuru (jenis makanan ini terbuat dari sagu yang mirip Papedadi Papua) betapa lezatnya menikmati makanan ini di malam hari dengan suasana di atas lautan, oh awesome….

Torosiaje
Billa Boe dan Kapuru, makanan khas suku Bajo
Torosiaje
Billaboe dan Kapuru , Makanan yang biasa

Akhirnya datang juga malam di Torosiaje , jika anda di sini anda juga akan turut merasakan sambutan hangat masyarakatnya. Bertempat di Aula Serba Guna Desa kami diajak ayahanda berbaur dengan masyarakat. Beberapa masyarakat dan anak muda desa berkumpul bernyanyi dan bercengkerama. Bahagia itu ternyata sederhana. Dan malampun kami habiskan hingga pukul 12 malam kami harus beristirahat. Melelahkan namun tentu saja menyenangkan .

Torosiaje

Pagi tiba, jam 05.30 kami dijemput perahu orderan untuk mengelilingi desa. Sunrise pun dapat. Kami mengeksplore keseluruhan desa. Sebuah Sekolah Dasar yang suasananya mirip SD di film Laskar Pelangi tak luput kami kunjungi. Sebuah pulau yang penuh dengan manggrove pun jadi incaran kamera kami.

Torosiaje
Torosiaje

Waha Seru Ya, Itulah pengalaman sobat saya Bro Herman Ismail dari Gorontalo yang melakukakn traveling di Torosiaje Gorontalo , tentu saja artikel ini sangat bermanfaat bagi sobat sekalian yang ingin mengunjungi kota Gorontalo .

nantiduluid
Sangat suka menulis , menghindari stuck dalam hal apapun