Surplus Beras kenapa masih impor?

Menarik memang karena isu impor beras adalah hal yang hangat untuk dibicarakan.

Ketika ada yang kurang, tentu jari telunjuk akan mengarah pada siapa yang memegang kuasa dan kontrol pada kebijakan tak lain adalah Pemerintahan Joko Widodo.

Namun debat Capres kedua tadi malam yaitu Minggu,17 Februari 2019 ketika Jokowi disinggung oleh Prabowo perihal kenapa kok masih impor beras, inti penjelasan Jokowi adalah

“Cadangan”

Menurut kami, maksud dari Jokowi mengapa masih impor beras adalah melakukan cadangan untuk mengendalikan harga beras itu sendiri.

Jokowi menjelaskan bahwa sebetulnya produksi beras di Indonesia sudah surplus, namun tidak cukup untuk mengendalikan harga.

Sisa stok yang ada tidaklah cukup untuk kestabilan harga apabila dalam waktu tersebut terjadi kondisi-kondisi tertentu seperti bencana alam di suatu daerah.

Oleh karena itu diperlukan cadangan dan cadangan stok tidak akan terjadi dalam waktu dekat karena itulah impor dilakukan.

Jokowi melanjutkan bahwa dalam hal tersebut ternyata ia memiliki rencana jangka pendek, menengah dan panjang.

Jangka panjang misalnya membangun bendungan-bendungan agar ketersediaan air cukup untuk tanaman dan swasembada yang diharapkan akan tercapai dalam rencana jangka panjang ini.

Jangka pendek misalkan yaitu tadi pengendalian harga keseharian, mingguan bahkan bulanan yang juga harus dipikirkan sehingga impor masih dilakukan.

Garis besarnya menurut kami yang dijelaskan Jokowi adalah Pemerintah melakukan impor adalah impor untuk cadangan bukan untuk konsumsi saat itu.

Namun tentu ada lusinan pertanyaan kritis yang tersedia untuk kebijakan stok cadangan ini.

Bagaimana pendapat Anda??

Hehehe menarik 😂😂😁😁

Tinggalkan Balasan