Festival “Pasola” Perang Berkuda dari Sumba

Festival “Pasola” Perang Berkuda dari Sumba

Kalau kita biasanya hanya menyaksikan atraksi perang berkuda dari film-film yang berasal dari luar negeri , ternyata di negeri kita sendiri tepatnya di tanah Sumba terdapat perang berkuda yang sangat menarik untuk disaksikan yaitu Festival Pasola di Sumba , Nusa tenggara Timur . Bukan perang sungguhan tapi merupakan permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas punggung kuda yang sedang dipacu kencang antara dua kelompok yang berlawanan. Pasola merupakan bagian dari serangkaian upacara tradisional yang dilakukan oleh orang Sumba yang masih menganut agama asli yang disebut ( Marapu agama lokal masyarakat sumba )

Seorang peserta sedang menunggang kudanya bersiap untuk permainan perang Pasola . Foto @eka_anakonda19

“kita seperti berada di tengah medan pertempuran yang sangat sengit antara dua tim berkuda yang saling melempar tombak” akan menjadi pengalaman yang  keren banget karena kita menyaksikan atraksi ini dari jarak dekat  . Serius kakak-kakak sekalian wajib nonton Festival Pasola ini .

nantidulu.com
Festival Pasola , Sumba Photo By @eka_anakonda19
nantidulu.com
@eka_anakonda19

Karena penasaran dan mendengar cerita dari teman-teman yang sudah pernah menyaksikan keseruan Festival Pasola ini , saya beserta kedua kakak saya akhirnya memutuskan untuk pergi ke Lamboya , Sumba Timur karena saat itu di Lamboya akan menyelenggarakan acara ini .  Jalan kesana cukup sempit ditambah ribuan orang sedang menuju tempat itu , festival ini diadakan di lapangan yang luas dan sesampainya kami disana lapangan tersebut sudah dikelilingi ribuan orang  . Selain merasakan suasana seperti dalam perang kuda sungguhan permainan ini akan membuat para penonton tertawa karena kelucuannya , hal lucu tersebut terjadi saat para pemain yang terjatuh dari atas kuda kehilangan keseimbangan karena menghindar atau terkena tombak .. 😀 ,  dan yang lebih seru lagi adalah kita bisa bergabung bersama pemain naik kuda dan ikut berperang jika mau kita bisa menghubungi panitia sebelum acara dimulai . Keseruan permainan ini membuat saya tidak ingin cepat-cepat selesai acaranya

nantidulu.com
Festival Pasola , Lamboya Sumba . Photo By @eka_anakonda19
nantidulu.com
Peserta yang jatuh dari kuda , karena menghindar atau terkena tombak  Foto : @eka_anakonda19

Acara adat ini biasanya dilaksanakan di beberapa kampung antara lain Kodi, Lamboya, Wonokaka, dan Gaura. Pelaksanaan pasola di keempat kampung ini dilakukan secara bergiliran, yaitu antara bulan Februari hingga Maret setiap tahunnya (Jadwal Festival Pasola 2017) ,

nantidulu.com
Bertiga menikmati dan menjelajahi keindahan Sumba

sebagai tips jika ingin menyaksikan rangkaian acara ini , sediakan payung atau topi karena acara ini diadakan ditempat terbuka di bawah matahari langsung , dan jangan lupa makan karena keseruan acara ini membuat kita lupa makan .

Demikian , Sampai jumpa di Sumba

*Foto dan Cerita oleh : @eka_anakonda19

nantiduluid
Sangat suka menulis , menghindari stuck dalam hal apapun

Prai Ijing Traditional Village Sumba Barat

Prai Ijing Traditional Village Sumba Barat

Indonesia memang tiada duanya dan memang dianugerahi soal keindahan alam dan keanekaragaman budaya serta segala hal lainnya , kali ini kita berkunjung ke Sumba  dan salah satu spot  yang keren jika sedang berada di Sumba yaitu Prai Ijing Traditional Village, Sesuai namanya Prai Ijing Traditional Village letaknya di Waikabubak , Sumba Barat Nusa Tenggara Timur

nantidulu.com
Prai Ijing Traditional Village , Sumba Barat ( foto oleh @yeniumbukoba_fs )

Prai Ijing Traditional Village ini , masih berada di seputaran kota sehingga dapat dikatakan untuk menuju ke sini tidak akan menemui kesulitan atau hambatan yang berarti kendaraan roda dua dan roda empat bisa nyampe ke sini . Berkendara sekitar 100 Km  dari tempat saya di Waingapu Sumba Timur saya hanya membutuhkan niat aja dan sedikit usaha untuk menuju Prai Ijing Traditional Village di Sumba Barat ini .

Sesampainya di Prai Ijing Traditional Village saya di Sambut oleh suasana tradisional dan terasa alami serta udara yang sangat sejuk . Beberapa anak-anak desa tradisional ini begitu akrab dengan saya 🙂 , penduduknya juga sangat ramah kepada saya , sepertinya mereka terbuka dan memang ramah pada orang baru yang datang atau sekedar berkunjung ke desa mereka .

nantidulu.com
Anak-anak Prai Ijing Traditional Village foto : @yeniumbukoba_fs

Prai Ijing Traditional Village ini dikelilingi pohon-pohon besar yang membuat udara di sini terasa sangat sejuk , suasana khas pedesaan yang sepi  , rumah-rumah adat khas dilengkapi dengan latar perbukitan yang membuat desa tradisional ini tambah manis membuat saya harus kembali lagi ke tempat ini suatu saat .

Bagi anda yang sedang berada di NTT Destinasi desa tradisional ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk dikunjungi . Aktivitas warga desa seperti menenun , menumbuk gabah , perkampungan tradisional dengan rumah-rumah khasnya akan menjadi suatu momen yang bagus untuk diabadikan dengan kamera . Beberapa tips jika ingin berkunjung ke sini bawa permen atau biskuit untuk dibagi ke anak-anak , dan jangan lupa membawa bekal karena di sini belum tersedia rumah makan .

nantidulu.com
Selfie dengan latar Prai Ijing Traditional Village

Prai Ijing Traditional Village suatu saat saya akan kembali ke sini .. masih banyak lagi keindahan Sumba yang gak akan habis untuk diexplore  ( @yeniumbukoba_fs )

 

 

 

nantiduluid
Sangat suka menulis , menghindari stuck dalam hal apapun